Tampilkan postingan dengan label Free Writing Association. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Free Writing Association. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2013

"Ya Tuhan."
"Maaf? Tuhan? Beliau sedang sibuk."
"Hm?"
"Bicara tentang Dia, ada lelucon bagus. 'Jika Tuhan memang ada, kenapa Dia tidak membelikanmu sweater baru?"
"'Karena Dia terlalu sibuk mencari di mana otakmu?'"
"Ah, tidakkah kau berpikir Dia-yang-kau-sebut- tadi itu sungguh licik. Dia menciptakan takdir, agar dia terhindar dari tuduhan 'Kejam'. Kau tahu? Takdir memang kejam."
"Apa iya?"
"Ada orang yang punya mobil sport seharga gaji seumur hidup orang lain, dan dia masih bisa membeli kesenangan lewat, apa namanya itu? obat-obatan yang tidak menyembuhkan? Ada orang yang hanya menggengam 10.000 rupiah, banyak juga yang kurang dari jumlah itu."
"O, tapi bukankah Dia juga layak menyandang pujian Jenius-yang-rendah-hati. Dia menciptakan waktu. Kau tahu? Waktu hampir bisa menjawab segala hal."
"Ah, Tuhan. Di mana Kamu sekarang?"
"Lebih dekat dari urat nadi leher? Telapak kaki ibu? Persimpangan jalan? Hati? Di mana-mana? Di rumah-Nya?"
"Mungkin Aku mencari di tempat yang salah."
"Apa kau pernah memanjatkan doa kepada-Nya? Sering?"
"Berbicara dengan-Nya? Sekarang, alih-alih berteriak meminta pertolongan-Nya, Aku mencoba mendengar-Nya?"

Selasa, 08 Januari 2013

"Katanya pemuasan hasrat seksual tanpa hubungan kelamin bisa memperhalus kulit wajah."
"Kata siapa?"
"Produsen tisu mungkin?"
"Hahahaha, metode yang sama dengan klinik Tongfang, atau media abad ke-21 ini."
"Hm...?"
"Memperjualbelikan kekhawatiran?"
"Menawarkan placebo?"
"Yah, Tukang jual kecap."
"Hm...?"
"Jangan bilang kamu berpikir tentang temannya saos."
     Bicara tentang menjadi pria tak bisa lepas dari serakan tisu di kamar. Apa kamu merasa terlambat dewasa? Bukankah itu berarti kamu awet muda? Satu hal yang dicari sebagian mereka. Orang-orang maksudku. Manusia.
     Kita butuh, atau kita ingin. Bukankah ada perbedaan mendasar? Kenapa manusia butuh itu, itu, atau itu.
     Sialan (maafkan bahasa Perancisku), lagi-lagi tulisan tanpa konsep. Tak berasa. Minim konflik. Absen ironi, ehm... Apa iya?

Aliaksandra Sastradiwirya

Rabu, 02 Januari 2013

"Ah, munafik." Temannya bilang ke dia.
     Dua cowok, duduk di suatu tempat, di manapun sesuka imajinasimu membayangkan. Mereka asyik melihat lalu-lalang orang-orang. Sekonyong-konyong muncul manusia, dari lawan jenis mereka. Aku gambarkan, gadis ini adalah representasi ideal dari apa yang disebut kecantikan sempurna bentukan media. Putih, langsing, semampai, mancung, rambut panjang lurus, dan yang utama, tank-top dan hot-pants.
     "Inilah dunia yang kita tinggali saat ini," kata salah satunya, "Apa Aku harus menikah dengan wanita seperti itu?"
     "Siapa juga yang tidak mau."
     "Tapi, tidak semua perempuan seperti itu."
     "Jangan bilang kamu tidak suka diizinkan melihat paha dan sebagian dada wanita itu, oleh pemiliknya sendiri."
     Apa boleh orang seperti itu dibilang munafik. Apa kau pernah melihat dari sudut pandang lain? Mungkin yang tidak disukai bukannya bisa melihat bagian-yang-enak-dilihat-dari-perempuan, tapi konsepnya. Tidak benar juga jika cowok yang tidak suka melihat cewek pakai hot-pants dibilang munafik. Konsep cewek memakainya di tempat publik ini yang bisa membuat mata cowok (tidak seluruhnya) gerah. Kau boleh bilang cowok itu munafik, kalau dia bilang tidak suka melihat cewek pakai hot pants dan tank top di kamar saat mereka sedang berduaan. Kecuali tentu saja cowok itu guy, sedang mengalami penurunan hasrat seksual, atau terganggu secara mental.
    Mungkin juga ada cowok yang bilang tidak suka, tapi malamnya di kamar dia masturbasi, dengan fantasi gadis tank top plus hot pants....

Sabtu, 08 Desember 2012

"Karena pencarian hasrat menekan tuts keyboard bukanlah sekejap."

Kamis, 06 Desember 2012

Karena Bali di antara Jogja dan Raja Ampat. Dan karena jarak Bali ke Raja Ampat lebih dekat daripada jarak Jogja ke Raja Ampat.
     Maaf, tapi tak ada ruang tersisa dalam rencana untuk romantisme. Hampir seluruhnya dipenuhi oleh--kita bisa menyebutnya suatu tempat--ya, siapa lagi kalau bukan, Raja Ampat. Raja Ampat.

Rabu, 05 Desember 2012

Sori ya Blog, masih boleh numpang corat-coret di badanmu lagi kan? Ah, kamu memang teman berbincang yang menyenangkan.
     Benar semua orang pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri? menurutmu?
     Suara di kepala menyeru, "Jangan bunuh diri ya Bay."
     Suara yang lainnya bilang, "Kenapa aku tidak punya nyali untuk memotong nadi?" dengan nada sesal yang kentara.
     Suara pertama menempatkan diri sebagai orang kedua. Suara kedua sebagai orang pertama. Terus?
     Sampai di sini WMP memutar Angel-nya Srah McLahclan. Salam perpisahan sementara diucap lagi. Dah Blog.
Kok dulu Ijin tidak turun dari dua orang itu ya? kaitannya dengan ketidakmauan eh, bukan bukan, menunda melanjut studi ke jenjang yang lebih tinggi setelah Sekolah Menengah Atas. Iya beliau-beliau itu pernah muda, pernah mengalami 'setelah lulus SMA (atau apapun namanya dulu)'. "Didiklah anakmu, tapi ingatlah, dia dilahirkan untuk zaman yang berbeda denganmu," itu katanya salah satu temannya Muhammad.
     Bila saja alasan tentang ini dikemukakan, apa beda? Jika bilang, "Pandangan ke depan tentang pendidikan formal yang memuakkan ini benar-benar tertutup kabut tebal," misal?
     Aduh, perut ini lagi. Perbincangan ini harus berakhir Blog, sorry. Dah Blog.

Senin, 03 Desember 2012

Ah, Blog aku tak perlu menjelaskan kan, kenapa aku cuma meng-entry judul, yang agak kurang jelas, di posting sebelumnya? Sepertinya posting kali ini juga akan tidak lebih jelas dari sebelumnya. Seribu maaf buatmu Blog, yang sampai sekarang aku belum benar-benar bisa memberi panggilan yang pas buatmu, yang hanya jadi penampung sampah-sampah dan ampas tak berguna lagi dari benak yang terkadang laknat. Sebutan untuk tulisan macam ini lumayan wow lho tapi, free writing association, kalau tidak keliru tapi. Kau bisa googling, dan koreksi aku jika salah.
     Aku sudah memberi nama dinding sebelah selatan kamar, Dinding Pemotivasi Diri. Jelek ya? Lumayan kan? Isinya corat-coret yang lebih tidak jelas dari kata-kata yang terukir di tubuhmu. Pemotivasi? Iya, meski memang ada coretan yang tak mungkin dikatagorikan sebagai kata-kata penambah daya hidup.
     Kamu juga ingin punya nama? Sekejap barusan ide melintas cepat di otak. Bagaimana dengan , 'terima kasih', tapi bukan dalam bahasa Indonesia. Latin. Sebentar... (gugling sek)
     Ah, jelek. Dalam bahasa Korea lumayan, Tapi kau tahu sendiri kan? Aku tidak mau dikira latah. Ya, nggak out of mainstream, nggak think opposite, nggak berani beda.
     Dah Blog....

Kamis, 30 Agustus 2012

Aku tak keberatan hidup di satu tempat seumur hidupku. Aku akan menghirup apa yang angin jinjing, atau jika ia memikulnya apa yang dipikulnya. Tapi bukankah setiap orang punya impian, meski James Morrison bilang, "dreams are for fools." Aku juga ingin, jika Tuhan mengijinkan, pergi ke satu tempat dan mungkin menetap di sana, sementara.
     Radja Ampat. Ya, Radja Ampat. Entah kenapa? Bukankah mimpi tak harus masuk akal, bahkan seringkali memang salah satu syarat untuk bisa disebut mimpi adalah absurd.
     Perjalanan tak kalah penting dengan tujuan. Ah, jalur ide ini mulai tersumbat. Lain kali saat sumbat terlepas dan ide mengucur deras, akan kubeberkan tentang perjalanan.

Maksudku kadang kita harus menerima hidup apa adanya. Manusia tak memiliki Kontrol mutlak akan hal ini kan?
     Dan lagi memang ada, bahkan banyak, tempat yang sungguh layak dikunjungi di dunia ini kan? Jangan sampai Tuhan membikin tempat semacam itu, tanpa decak kagum dari ciptaannya yang lain. Mubazir.
     Seperti saat kau makan lima kali sehari, dan kau tahu di pulau yang sama masih ada yang harus mati-matian mencari sesuap nasi. Atau dalam perjalanan ke rumah makan kau mendapati mereka.
     Ada ajaran yang mengatakan kalau semua orang mau berbagi tak akan ada lagi yang merasa kekurangan. Ada ajaran lagi manusia idealnya 60% mementingkan ego, 40% sosial. Entahlah kenapa aku menulis hal ini.

"Jika hidup bisa diatur oleh pemikiran, kemungkinan hidup akan hancur", Chris McCandles bilang. Dia suka mengutip dari buku, entah ini pemikiran dia sendiri atau mengutip dari buku. Bukankah ini kutipan bagus. Banyak kutipan bagus. Aku suka kutipan. Kamu? Siapa juga yang tidak suka, iya kan?
     Di dunia ini ada 7 miliar manusia. Sepasang saudara kembar identik pun mempunyai satu dan lain perbedaan.
     Kali ini hasrat menulis nampaknya berada di persimpangan dengan traffic light menyala merah. Dah...