
My rating: 4 of 5 stars
Ini bukan sekadar buku yang cocok dibaca dalam pertemuan ibu-ibu, sebelum mengocok arisan. Lebih daripada itu, ini adalah sebuah panduan menuju masyarakat sosialis.
Barangkali pada suatu ketika nanti, saat kondisi mental memperkenankan, bisa ditulis semacam resensi buku ini. Atau apalah yang lebih mengesankan, ketimbang catatan pendek kurang berarti ini.
ditambahkan sehari setelahnya:
Ada presiden negara ini yang merilis album. Konon, sampai lima album. Sebelumnya perempuan (yang pertama di sini!) dan pelawak pluralis (maaf kalau ada yang tersinggung, ini murni sebuah pujian). Terus ada yang merancang pesawat. Tak ketinggalan ada pula yang (ingin) bikin rakyatnya dari ujung ke ujung kecanduan nasi. Yang sekarang suka turun ke bawah. Apa yang terakhir ini ada hubungannya dengan pemikiran yang paling pertama, tentang pemimpin yang tidak terjun ke kalangan massa selalu melihat dari ‘atas’, sedangkan rakyat jelata selalu melihat dari ‘bawah’. Ah, ini bukan tempatnya membahas hal itu, Sudah kelewat banyak kitab-kitab menceracau (maafkan diksi kurang ajar ini) tentang itu.
Yang pertama sekali menulis buku ini. Buku tentang wanita .Paling tidak itu yang tersurat di sampulnya. Tapi siapa juga yang cuma mau membaca sampul buku.