Tampilkan postingan dengan label Kipling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kipling. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Desember 2017

Muhammad Din* - Rudyard Kipling

Siapakah orang yang berbahagia? Dia yang melihat di dalam rumahnya sendiri di kampung halamannya, anak kecil bermahkotakan debu, melompat dan jatuh dan menangis.
(“Munichandra,” diterjemahkan oleh Profesor Peterson.)

Bola polo itu sudah usang, lecet, pecah, dan berkerak. Bola itu berada di mantelpiece di antara pipa-pipa rokok yang Imam Din, khitmatgar, bersihkan untukku.
“Apa Yang Mulia ingin bola ini?” ujar Imam Din, dengan hormat.
Yang Mulia tidak menyimpannya untuk alasan khusus; tapi buat apa bola polo untuk seorang khitmagar?
“Bila Yang Mulia berkenan, Saya punya putra. Dia pernah melihat bola ini, dan ingin bermain bola ini. Saya bukan menginginkannya untuk diri saya.”