Selasa, 23 Maret 2010

rubik roles my mind...



benda kubus itu akhir-akhir ini, sepertinya dengan senang hati membuat otak ini berputar, melebihi kompetensinya, lebih cepat dari mesin mustang.
dalam beberapa literatur profesor asal Hungaria Erno Rubik sang pencipta, (di sana profesor saja punya waktu luang buat bikin mainan, kalo disini susah2 dapet gelar profesor akhirnya cuma dicabut, hiks..., hiks...,) menciptakan teka-teki ini untuk membantu anak didiknya lebih memahami tentang obyek tiga dimensi (apa ga tambah pusing tuh anak asuhnya...).


Selasa, 16 Maret 2010

idl adh

Cerita ini bukanlah untuk manusia-manusia melankolis yang ingin happy ending dan meneteskan air mata bahagia setelah membacanya. Kencangkan sabuk pengaman anda dan jangan sekali-kali keluarkan anggota badan…, karena anda bisa dikenai UU Pornografi.

Jika anda mempunyai anak berusia 5 tahun ke bawah dampingi dia saat membaca cerita ini…, karena…, mungkin anak anda belum bisa membaca. Jika anda masih berumur 17 tahun…, carilah KTP, jika anda sudah berusia 60 tahun keatas…, banyaklah beribadah…

google translator

Jumat, 02 Oktober 2009

la independencia

Untuk gadis yang selalu menunggu cerita… dan untuk kemerdekaan kita
Kain bewarna merah dan putih itu berkibar di tiang berujung runcing berlumur darah.”Merdeka … Merdeka … (10x… 10x10… 10x2 = 20).” Teriakkan yang menggelegar memecahkan keheningan, kaca rumah bahkan memecahkan banyak masalah, terdengar dari mulut seorang pemuda, tampan parasnya, gagah orangnya, baik hati juga tidak sombong, sayang dia… panuan. Kriiing …!!! …!!! …!!! … !!! … !!! … (uwis titik2e ngentek2e kertas). Benda bulat berduabelas angka dengan 3 djarum telah membuatku terbangun dari mimpi indah, walau tak seindah mimpi yang membuatku dewasa. (mau ngomong mimpi basah kok kayaknya tabu bangetz ya …)

girlz story

(Kali ini benar-benar untuk gadis itu…)
Juli 2007
Seorang gadis masuk ke sebuah ruangan. Di dalam telah berjejer 4 orang dewasa, menghadap ke depan dan di seberang pintu masuk perempuan duduk menghadap meja penuh kertas berharga. Di depan 4 orang dewasa berserakan kertas di atas meja kayu yang sudah agak rapuh dimakan usia (pasti kenyang tuh usia, satu porsi meja di makan sendiri…). Kertas itu berisi nama-nama, termasuk nama gadis itu. Dibiarkan bebas berkeliaran tak beraturan.